Liliyana Natsir Resmi Pensiun, Ini 4 Gelar Bergengsinya

Liputan6.com, Jakarta – Pebulutangkis wanita ganda campuran Liliyana Natsir telah mengumumkan pensiun dari dunia Bulutangkis yang digelutuinya sejak umur sembilan tahun. Laga final Indonesia Masters 2019, Minggu (27/1) menjadi pertandingan terakhir bagi Butet.

Sayang, di laga ini, berpasangan dengan Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir gagal mempersembahkan gelar. Mereka kalah dari pasangan Tiongkok, Zheng Siwei/Huang Yaqiong di partai Final.

Bermain selama 56 menit, Butet/Tantowi harus menerima kekalahan mereka setelah kalah dalam rubber game, 21-19, 19-21, dan 16-21. Namun, kekalahan Butet pada pertandingan kemarin tidak menutupi kehebatannya dalam lapangan.

Meski telah mengalami bergonta-ganti pasangan bermain, Butet tetap menampilkan permainan yang konsisten. Beberapa gelar bergengsi telah ia sumbangkan untuk untuk Indonesia selama kariernya sebagai pebulutangkis profesianal.

Berikut ini tiga gelar bergengsi yang diraih Liliyana Natsir selama kariernya:

2 dari 5 halaman

1. Emas SEA Games

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mendapat arahan dari pelatih Richard Mainaky (kanan) dan Nova Widianto saat bertanding melawan pebulutangkis Tiongkok, Zhang Nan/Zhao Yunlei. (Bola.com/Arief Bagus)

Pada tahun 2004 Butet dipasangkan dengan Nova Wididanto untuk menggantikan Vita Marisa. Keikutsertaan Butet dalam ajang SEA Games berbuah manis. 

Pada edisi SEA Games 2005 di Filipina, Butet berhasil mepersembahkan medali emas untuk Indonesia di sektor ganda campuran setelah mengalahkan sesama wakil Indonesia Anggun Nugroho/Yunita Tetty di partai final.

Berpindah ke Thailand, dalam ajang yang sama di tahun 2007, Butet yang ikut serta dalam dua nomor olahraga bulutangkis ini berhasil kembali mempersembahkan dua medali emas dan perunggu.

Medali emas juga ia raih saat berpasangan dengan Vita Marisa dinomor ganda putri setelah mengalahkan wakil senegara Gracia Poly/Jo Novita, sementara medali perunggu ia berikan ketika berpasangan dengan Nova Widianto dinomor ganda campuran. Di edisi SEA Games 2009 dan 2011, Butet yang kemudian berganti pasangan dengan Tantowi Ahmad berhasil mendulang emas dikedua edisi SEA Games tersebut.

3 dari 5 halaman

2. Kejuaraan Dunia BWF

Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir saat menerima medali juara usai kalahkan ganda China pada ajang BWF World Championships 2017 di Emirates Arena, Glasgow (27/8/2017). Tontowi/Liliyana menang 15-21, 21-16, 21-15. (Jane Barlow(/PA via AP)

Prestasi Butet di ajang Kejuaran Dunia BWF bisa dibilang cukup gemilang. Dalam keikutsertaanya dalam beberapa edisi, Butet berhasil membawa pulang medali emas.

Pada ajang Kejuaraan Dunia BWF 2005 yang berlangsung di Amerika Serikat, Butet berhasil merebut medali emas dinomor ganda campuran, berpasangan dengan Nova Widianto setelah mengalahkan pasangan asal China Xie Zhongbo/Zhang Yawen, hal yang mengejutkan mengingat pasangan Butet/Nova baru dipasangkan setahun sebelumnya.

Karir Perempuan Manado ini semakin menanjak. Dua tahun kemudian di ajang yang sama, bertempat di Malaysia, Butet kembali berhasil mendulang emas disektor ganda campuran setelah mengalahkan pasangan asal China Zheng Bo/Gao Ling, dua set langsung 21-16, 21-14.

Kejuaran Dunia BWF 2013 menjadi hal yang manis bagi Butet, dipasangkan dengan Tantowi Ahmad dan merai rekor tidak terkalhkan selama babak penyisihan, Butet berhasil memboyong emas untuk Indonesia setelah mengalahkan pasangan asal China, Xu Chen/Ma Jin.

4 dari 5 halaman

3. All England

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir saat menjuarai All England 2014. (AFP/Carl Court)

Kejuaran olahraga Bulutangkis tertua didunia, All England, telah memberikan kenangan tersendiri bagi Butet. Butet mensejajarkan namanya dengan legenda bulutangkis Indonesia. Berpasangan dengan Tantowi Ahmad, Butet berhasil membawa pulang gelar juara dalam beberapa edisi.

Pasangan Indonesia ini sukses menjadi juara selama tiga tahun berturut-turut. kemenanagan Butet diajang All England dimulai pada tahun 2012 lalu berlanjut ke 2013, dan 2014 dalam nomor ganda campuran.

5 dari 5 halaman

4. Emas Olimpiade

Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, merebut medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 setelah mengalahkan pasangan Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, pada partai final di Riocentrio, Rabu (17/8/2016) WIB. (AFP/Goh Chai Hin)

Pesta olahraga tertua antar-negara ini juga memberikan kenangan manis bagi butet. Sempat gagal dalam beberapa edisi, pada tahun 2017 lalu, bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia, pasangan ganda campuran Liliyana Natsir/Tantowi Ahmad berhasil memberikan kado istimewa untuk indonesia.

Dipartai Final, pasangan indonesia ditantang oleh pasangan Malaysia Chen Peng Song/Goh Liu Ying. pasngan Indonesia ini berhasil mengentaskan perlawanan pasangan Malaysia, dua set lgsg 21-14, 21-12 dengan hasil ini Butet berhasil mengharumkan nama Indonesia diajang Olimpiade seperti yang dilakukan beberpa legenda Bulutangkis Indonesia.

Sayangnya, Butet belum berhasil memberikan gelar untuk Indonesia di ajang Asian Games, prestasi terbaiknya dalam ajang Asian Games tahun 2014 yang berlangsung di Incheon, Korea Selatan. Pada ajang olahraga terbesar se-Asia itu,Butet hanya mampu meraih medali perak, setelah kalah dari pasangan China Zhang Nan/Zhao Yunlei. Sedangkan dia ajang Asian Games 2018 lalu, Butet hanya mampu meraih medali perunggu.

Meski telah menyatakan pensiun, Butet telah memberikan kontribusinya dalam dunia olahraga, terutama olahraga Bulutangkis Indonesia, Butet telah memberikan banyak gelar untuk Indonesia, tidak ada salahnya bila ia dipanggil Legenda Bulutangkis Indonesia disejajarkan dengan nama-nama seperti Lee Swe King, Rudi Hartono, Susi Susanti dan lainnya.

(Fatur Rahman/Mg)