Ingin Beli Bek Madrid, Klub Harus Siapkan Dana Triliunan

Bek Real Madrid, Raphael Varane sedang mempertimbangkan masa depannya di Santiago Bernabeu. Beberapa klub besar juga mulai membidik Varane, walau mereka mesti menjebol bank terlebih dahulu sebelum menemukan servisnya.

 

Beberapa klub besar yang mengincarnya merupakan, Bayern Munich, Manchester United dan Paris Saint-Germain (PSG).

 

Harga pemain seorang bek sekarang tidak dapat dianggap murah. Apalagi sejumlah waktu lalu, Liverpool melakukan pembelian Virgil Van Dijk ekuivalen Rp1,4 triliun.

 

Dengan keterampilan dan kesuksesan bareng Madrid, dipercayai jika pemain berusia 25 tahun ini hijrah maka bisa jadi akan memecahkan rekor harga seorang bek. Meski masih berusia muda, Varane telah menyerahkan 3 trofi Liga Champions dan sekali Juara Dunia bareng Prancis tahun 2018.

 

Dikutip dari Marca, di samping Van Dijk, Aymeric Laporte ialah bek termahal. Manchester City melakukan pembelian Laporte dari Atletic Club sebesar Rp1,1 triliun.

 

Kemudian terdapat Benjamin Mendy yang dibeli ManCity dari Monaco sebesar Rp928 miliar.

 

Namun kelihatannya dengan kembalinya Zinedine Zidane ke Madrid, maka kesempatan Varane guna pergi kecil. Sebab, Zidane akan berjuang mempertahankan pemain internasional Prancis tersebut.

Cedera Paha Halangi Pemain Liverpool Ini Bela Timnas Swiss

Tim nasional Swiss mendapat kabar buruk jelang kualifikasi Piala Eropa 2020. Penyerang tumpuan yang sekarang berseragam Liverpool Xherdan Shaqiri dijamin absen dampak cedera paha yang dideritanya.

 

Hal itu dikatakan langsung Asosiasi Sepak Bola Swiss (ASF). Akibatnay, Shaqiri yang sebelumnya sempat bergabung dengan skuat asuhan Vladimir Petkovic tersebut meninggalkan camp pelatihan La Nati.

 

Sejak berseragam Liverpool musim panas lalu, Shaqiri telah mencetak enam gol dari 25 pertandingan di seluruh ajang. Namun, dia tidak jarang kali duduk di bangku cadangan semenjak timnya bermain imbang 0-0 dengan Manchester United di Premier League, 24 Februari lalu.

 

Pada ajang kualifikasi Piala Eropa 2020, Swiss bakal berada di Grup D bareng Denmark, Republik Irlandia, Gibraltar dan Georgia.

 

Negara terakhir yang dilafalkan akan menjadi lawan perdana skuat asuhan Vladimir Petkovic tersebut di Boris Paichadze Dinamo, Sabtu (23/3/2019). Kemudian tiga hari berselang, Swiss bakal menjamu Demark di St. Jacobs-Park, Basel.

 

Meski Shaqiri absen, Petkovic masih mempunyai Haris Saferovic guna mempertajam lokasi serang. Sejauh ini bareng Benfica, dia tampil subur dengan mencetak 15 gol dari 21 pertandingan di Liga Portugal

Dua Eks Liverpool Beda Pendapat Soal Van Dijk

Dua mantan pemain Liverpool, Glen Johnson dan Ryan Babel mempunyai pandangan bertolak belakang soal kedahsyatan yang dipunyai palang pintu tumpuan The Reds ketika ini, Virgil van Dijk.

Sejak datang dari Southampton mula 2018 lalu, Van Dijk langsung menjelma menjadi tembok tangguh untuk Liverpool. Bek 27 tahun tersebut membuktikan bahwa Liverpool tak salah menggelontorkan dana sampai 75 juta poundsterling guna merekrutnya.

Van Dijk sekali lagi mengindikasikan performa berkelas saat tampil lugas dan turut mencetak gol untuk membawa Liverpool menyingkirkan Bayern Munchen dan melaju ke perempat final Liga Champions.

Tanpa Kelemahan

Kehebatan Van Dijk pun menciptakan Johnson terpukau. Johnson juga tak sungkan untuk menuliskan bahwa ia hendak Van Dijk menjadi teman setimnya saat dirinya masih membela Liverpool dulu.

“Sebagai pemain, kita tidak hendak melihat orang lain di dekat Anda panik Login Sbobet dan tersebut satu urusan yang belum pernah saya lihat dari Van Dijk. Ketika pemain lain menyaksikan Van Dijk begitu tenang dalam masing-masing situasi, tersebut menular dan seluruh orang lebih percaya diri,” ujar Johnson untuk talkSPORT.

“Akan ada peluang berkali-kali di Liga Champions saat Anda menghadapi striker ruang belajar dunia, dan Van Dijk ialah pemain yang kita butuhkan guna meredam mereka. Saya hendak memilikinya di Liverpool saat saya sedang di sana,” tambahnya.

Punya Kelemahan

Namun pandangan bertolak belakang dilontarkan eks bomber Liverpool, Babel. Menurutnya, Van Dijk yang pun rekan setimnya di kesebelasan nasional Belanda tersebut mempunyai kelemahan.

“Virgil jelas sudah berkembang dalam sejumlah tahun terakhir. Saya rasa dia dapat lebih baik 30 persen. Saya merasa dia masih bermain pada level 70 persen. Dia dapat sangat lebih baik lagi. Dia dapat menjadi cepat andai dia mau,” tutur Babel untuk The Times.

“Dia mempunyai kelemahan. Saya enggan mengatakannya. Saya rasa tak terdapat satu pemain juga di Premier League yang menyadarinya,” tukasnya.

Cristiano Ronaldo Borong 3 Gol, Juventus Melaju ke Perempat Final

Dikutip dari website resmi UEFA, Juventus memang tampil lebih mendominasi.

I Bianconeri memimpin penguasaan bola dengan 62 persen.

Dari segi peluang, Juventus mempunyai 15 yang 4 diantaranya mengarah tepat sasaran.

Adapun Atletico Madrid memiliki 4 kesempatan, namun tak terdapat yang mengarah ke ke gawang.

Mengambil inisiatif serangan sejak mula pertandingan, Juventus langsung membukukan gol pada menit ke-4.

Memanfaatkan kemelut di depan gawang Atletico Madrid, bek Juventus, Giorgio Chiellini, mencocor bola dengan kaki kiri.

Namun, gol itu dianulir wasit asal Belanda, Bjorn Kuipers.

Kuipers menilai sebelum bola mendarat di kaki Chiellini, megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo, sudah lebih dulu mengerjakan pelanggaran terhadap kiper Atletico, Jan Oblak.

Ronaldo berjuang mendapatkan bola, tetapi malah menendang Oblak yang bergerak lebih cepat ke arah si kulit bulat. Pantulan bola itu yang lantas disambar Chiellini menjadi gol.

Gol yang ditunggu-tunggu peminat Juventus hadir pada menit ke-27.

Bermula dari umpan silang Federico Bernardeschi, Cristiano Ronaldo menyambut bola dengan sundulan terbang. I Bianconeri unggul 1-0.

Skor 1-0 guna Juventus bertahan hingga turun minum.

Pada menit ke-48, I Bianconeri sukses menggandakan kelebihan menjadi 2-0.

Menerima crossing Joao Cancelo, Cristiano Ronaldo menanduk Agen Sbobet bola dengan paten.

Bola sempat ditepis Jan Oblak, namun Goal Line Technology memperlihatkan bahwa si kulit bulat telah melalui garis gawang.

Pada menit ke-84, Juventus mendapat penalti sesudah winger Federico Bernardeschi dijatuhkan pemain Atletico Madrid, Angel Correa.

Cristiano Ronaldo, yang maju sebagai eksekutor, menjalankan tugas dengan mulus.

Skor 3-0 guna Juventus tetap tidak berubah sampai wasit Bjorn Kuipers meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan.

Juventus melaju ke perempat final Liga Champions 2018-2019 dengan kelebihan agregat 3-2.

Eks Presiden Ungkap Alasan Madrid Batal Pilih Mourinho sebagai Pelatih

Mantan Presiden Real Madrid, Ramon Calderon, membeberkan dalil di balik batalnya Jose Mourinho kembali mengajar skuad Los Merengues –julukan Madrid. Calderon meyakini urusan tersebut dilandasi dengan adanya sebanyak penolakan yang dilaksanakan para pemain inti Madrid.

Sebagaimana diketahui, nama Mourinho memang sempat santer disebut-sebut akan kembali menukangi Madrid guna menggantikan peran Santiago Solari. Terlebih, Mourinho sendiri memang tengah menganggur seusai dipecat oleh Manchester United.

Bahkan sejumlah waktu kemudian sempat hadir kabar agen Mourinho, Jorge Mendes, sedang di Ibukota Spanyol untuk menuntaskan negosiasi dengan Madrid. Akan tetapi melulu selang sejumlah jam, Madrid malah mengumumkan bahwa mereka sudah menunjuk Zinedine Zidane guna kembali melatih.

Calderon pun kemudian mengungkapkan apa yang Daftar Sbobet menjadi penyebab kegagalan Mourinho kembali mengajar Madrid. Calderon mempercayai bahwa semua pemain Madrid menampik Mourinho guna jadi pelatih mereka, sampai akhirnya manajemen pun menyimpulkan untuk menunjuk pulang Zidane.

“Saya pikir ini opsi bagus. Yang lainnya Mourinho. Saya pikir di hari-hari terakhir, pemimpin ruang ganti mendorong guna menolak bisa jadi itu. Ia meninggalkan tidak sedikit masalah di sini,” jelas Calderon, laksana dikutip dari Sky Sports, Selasa (12/3/2019).

“Ia paling kontroversial pada ketika masih sedang di sini (sebagai pelatih Madrid), ada begitu tidak sedikit masalah, semua pendukun terpecah. Ia pelatih bagus, tidak diragukan lagi dan ia memiliki tidak sedikit trofi. Tapi, ini suatu masalah,” sambung lelaki berusia 67 tahun tersebut.

“Banyak pemain, barangkali pemimpin di ruang ganti tidak menyenangi dia. Saya pikir tersebut penting dalam keputusan memanggil Zidane lagi dan berjuang meyakinkannya. Mereka sukses melakukan tersebut dan saya pikir ini tuah buat Madrid. Ini opsi bagus,” tuntasnya.

Video Selebrasinya Dikritik, Evra Siap Hajar Eks Pemain PSG

Patrice Evra kesal bukan main sesudah video selebrasinya di laga Paris Saint-Germain (PSG) vs Manchester United dikritik eks pemain asal Prancis, Jerome Rothen. Tidak tanggung-tanggung, Evra siap menghajar Rothen yang berstatus sebagai eks pemain PSG, bila suatu hari nanti mereka berdua bertemu.

Pada Kamis 7 Maret 2019 pagi-pagi sekali WIB, Les Parisiens –julukan PSG– menjamu Man United di leg II babak 16 besar Liga Champions 2018-2019. Tidak diduga-duga, SBOBET PSG yang unggul 2-0 di pertemuan kesatu malah gagal lolos ke perempatfinal.

Sebab di leg II, PSG takluk 1-3 dari Man United. Bahkan, gol penentu kelolosan Man United dibuat Marcus Rashford via titik putih di masa injury time. Evra yang kegirangan langsung memvideokan momen bahagianya tersebut. Saat itu, Evra berkata pelbagai kalimat dan diblokir “This is Manchester”.

Akan tetapi, aksi tersebut tidak sukai Rothen. Rothen yang sempat satu kesebelasan dengan Evra di Monaco tersebut menilai, tidak sepantasnya eks pemain Man United tersebut mengerjakan selebrasi seheboh tersebut di Stade Parc des Princes. Terlebih, Evra duduk tidak jauh dari petinggi-petinggi PSG. Kesal dikritik, Evra juga melancarkan serangan balik untuk Rothen

“Ada yang bilang Jerome (Rothen) berkata hal yang buruk soal saya. Awalnya, saya tidak terpercaya. Namun, saat saya menyaksikan videonya, saya tidak menyangka. Oke, saat saya bertemu Anda, saya bakal menampar wajah Anda,” kata Evra mengutip dari Sportbible, Minggu (10/3/2019).

Evra sendiri dikenal sebagai individu yang emosional. Pada 3 November 2017, Evra kedapatan menendang suporter Marseille sebab merasa dihina oleh sang fans. Akibatnya, Evra mesti menerima nasib dipecat dari Marseille.